Pada zaman Rasulullah tidak ada satu hal pun yang diatur tanpa aturan islam, begitu juga di masa daulah islam sepeninggal Rasulullah. Sehingga, pada masa itu muncul banyak pemuda-pemudi muslim yang hebat. Anak-anak gaul pada zaman itu adalah anak-anak yang mengenal dan hafal Al-Quran. Saat bermain dan berkumpul pun yang dibicarakan adalah Al-Quran.

Namun, berbeda dengan pemuda zaman now yaitu ketika mereka suka pergi ke masjid dan menghafal Al-Quran malah dikatakan kuno, sementara yang hafal lagu-lagu pop dikatakan gaul. Inilah salah satu akibat dari tidak diterapkannya aturan islam secara menyeluruh. Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa, akhlak Rasulullah SAW harus dicontoh agar dalam pengabdiannya dimasyarakat nanti benar-benar adil dan jujur. Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan yaitu mencari sahabat yang selalu bisa mengajak kita melakukan kebaikan. Sulit jika kita harus berpegang teguh pada islam sendirian, akan lebih mudah jika bergabung dalam sebuah kegiatan kajian karena kita akan menemukan sahabat-sahabat taat yang juga berusaha untuk menjadi lebih baik dengan berdakwah di jalan Allah.

Selaras dengan hal tersebut, Departemen Agama, Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi “Nanas Merah” mengadakan kegiatan yang dinamakan Kajian Islami 2021. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat khususnya mahasiswa dapat memanfaatkan kajian ini untuk menambah ilmu mengenai keislaman dan dapat menerapkan ilmu yang didapatkan tersebut dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pembinaaan kerohanian. Kajian Islami merupakan kegiatan kajian keagamaan yang dikemas dalam bentuk seminar diskusi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 November 2021 dengan tema “Aktualisasi Akhlak Rasulullah SAW Di Zaman Now Untuk Persatuan dan Pendidikan Indonesia” yang disampaikan oleh Ustadz Fatih Karim sebagai pemateri.

Dalam penyampaian kajian oleh ustadz fatih disampaikan bahwa Akhlak zaman sekarang semakin merosot, dimana telah banyak berita pelaporan seperti orang tua dipenjarakan oleh anak dan perilaku penyimpangan seksual yang telah viral di media sosial serta UU baru mengenai pelecehan seksual yang menyetujui apabila sama-sama mau. Hal tersebut disebabkan karena danya faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yaitu sosial media, pergaulan bebas, kebijakan pemerintah, dan kebijakan kampus. Kondisi eksternal mengerikan, contohnya aplikasi chatting banyak sekali terdapat pornografi, artis yang bebas pergaulan. Faktor internal yaitu munculnya naluri dari dalam diri umat manusia sendiri yang tidak disesuaikan dengan tolak ukur halal haram. Contohnya tidak mau mengikuti majlis taklim/kajian dan tidak mau belajar tentang islam.

Sehubungan dengan masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir, program kerja Kajian Islami 2021 ini tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi pengurus HMJ Biologi “Nanas Merah” periode 2021/2022 dalam melaksanakan program kerja Kajian Islami 2021. Kegiatan ini dirancang semirip mungkin seperti saat tatap muka tetapi secara online melalui platform Zoom Meeting sehingga tujuan kegiatan dapat tercapai seperti yang diharapkan.

Dokumentasi Kegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »