Advokasi merupakan kegiatan yang memiliki tujuan untuk mengupayakan solusi bagi suatu masalah melalui penegakan dan penerapan kebijakan publik untuk mengatasi masalah tersebut, sedangkan retorika merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meyakinkan seorang pendengar akan kebenaran gagasan tentang hal yang dibicarakan oleh pembicara. Hal diatas menunjukkan bahwa advokasi dan retorika saling berkaitan dan saling membutuhkan.

Seperti yang kita ketahui ilmu advokasi dan retorika sangat dibutuhkan terutama bagi kalangan mahasiswa di era sekarang untuk berkomunikasi dengan baik, dan bisa menyuarakan pendapatnya dengan benar tanpa menyinggung pihak manapun. Pada kalangan mahasiswa, terutama mahasiswa baru mengenai pengetahuan advokasi dan retorika masih sedikit kurang, hal ini dikarenakan adanya pandemi covid-19 yang membuat keadaan berubah, banyak penerapan advokasi dan retorika yang belum maksimal. Berdasarkan kami melakukan survei mengenai tingkat pemahaman mahasiswa mengenai advokasi dan retorika dapat disimpulkan bahwa banyak mahasiswa yang kemampuan advokasi dan retorikanya standar dan banyaknya suara agar HMJ Biologi “Nanas Merah” mengadakan webinar yang berkaitan dengan advokasi dan retorika.

Kegiatan ini diadakan oleh departemen Advokasi dan HAM, HMJ Biologi “Nanas Merah” FMIPA UNESA sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk mendapatkan berbagai ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat mengenai advokasi dan retorika yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan Webinar Retvobio 2021. Acara ini adalah kegiatan berbentuk Webinar online dengan mengangkat tema “Urgensi Advokasi dan Retorika serta Implementasinya di Lingkungan Mahasiswa”.

Acara Webinar ini dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada hari Sabtu, 05 Juni 2021  dimulai pada pukul 08.00 WIB. Pada acara ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Prof. Dr. Warsono, M.S. selaku Rektor UNESA Periode 2014-2018 dan Muhammad Fadhil Fahrur Rozi, S.Si selaku sekretaris Kabinet BEM UNESA 2018. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh 159 peserta yang terdiri dari mahasiswa jurusan biologi dari angkatan 2017-2020 dan juga mahasiswa di luar jurusan biologi FMIPA Unesa., serta mahasiswa dari luar Universitas Negeri Surabaya.

Berdasarkan Materi yang disampaikan pada Kegiatan Webinar Retvobio 2021, kami mendapatkan kesimpulan, kesimpulan pertama dari materi Prof. Dr. Warsono, M.S. yakni “Advokasi merupakan pembelaan, pemberian dukungan, dan pemberdayaan yang dapat mempengaruhi keputusan. Retorika merupakan seni bicara yang dapat menarik pendengar untuk setuju dengan pernyataan yang diucapkan oleh pembicara. Advokasi dan Retorika keduanya sama sama bertujuan untuk mempengaruhi. Perbedaannya terletak pada objek yang dipengaruhi.  Advokasi objek yang dipengaruhi adalah keputusan dengan menggunakan fakta dan logika sedangkan retorika objek yang dipengaruhi adalah orang lain dengan menggunakan fakta logika dan kata kata. Sejatinya tidak ada teori maupun ilmu yang memiliki kebenaran mutlak. Pentingnya untuk mempelajari dan menguasai advokasi adalah untuk mengasah pikiran berpikir kritis dan logis. Karena kemampuan berbahasa seseorang pasti berbanding lurus dengan logika.” Kemudian kesimpulan kedua dari materi kak Muhammad Fadhil Fahrur Rozi, S.Si. yakni “Retorika dan Advokasi merupakan ilmu dasar yang bisa menjadi bekal seorang mahasiswa. Retorika bisa disebut sebagai bakat yang bisa dideteksi. Indikator seseorang yang memiliki kemampuan retorika adalah kemampuan untuk beralasan dan dapat diterima untuk orang lain. Kunci utama untuk menguasai retorika dan advokasi adalah anakoling atau lebih umum disebut dengan peka. Retorika merupakan gaya bahasa seorang akademisi sedangkan advokasi merupakan gaya eksekusi seorang organisatoris. Sifat dasar dari retorika dan advokasi adalah egosentris dan pragmatis. Rumus untuk beretorika dan beradvokasi adalah memiliki karakter, anakoling tajam, pemikiran kritis, public speaking dan lobying yang baik, dan argumen yang logis dan terstruktur. Logika yang terstruktur menandakan bahwa pemikiran yang disampaikan tidak terindikasi mengandung kebohongan. Dengan tuntas pada sisi akademik, maka retorika akan menjadi baik serta logis sedangkan dengan tuntas pada sisi organisasi, advokasi menjadi mudah. Untuk itu dua hal ini sudah sepatutnya menjadi bekal utama yang patut untuk dikuasai karena retorika dan advokasi merupakan modal dasar bagi seseorang.”

Dokumentasi Kegiatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »