Memperingati hari pendidikan nasional di era new normal pandemi COVID-19? Tentu bisa dilakukan! Hanya saja, pelaksanaannya yang berbeda. Dari yang biasanya dilakukan dengan upacara bendera, kali ini HMJ Biologi “Nanas Merah” FMIPA UNESA mengemasnya dalam sebuah acara Webinar Hari Pendidikan Nasional dengan tema “Kajian Ilmiah tentang Efektivitas Pola Pembelajaran di masa Pandemi & Pasca Pandemi serta Pengaplikasiannya”

Webinar ini diikuti oleh 320 peserta dari berbagai kalangan akademisi khususnya guru dan mahasiswa seluruh Indonesia.Dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 2 Mei 2021, dan dimulai dari pukul 08.00 hingga 12.00, dengan platform Zoom meting. Dengan menghadirkan menghadirkan tiga narasumber yakni, Dr.Pramita Yakub, M.Pd., Dr. Raharjo, M.Si.,  dan terakhir Riza Noviana Khoirunnisa, S.Psi., M.Si.

Dalam pemaparannya, Pramita Yakub menyampaikan Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia memberikan perubahan signifikan pada pembelajaran, yaitu tatap muka dihentikan sementara dan ruang pembelajaran yang kosong. Dari situ, guru dan tenaga pendidik lain akan mendapat tantangan dalam mendidik siswa, yakni tetap mengajar sesuai kurikulum, belajar cepat dalam memanfaatkan teknologi dan aplikasi, serta keterbatasan sarana prasana berupa computer, kuota, serta jaringan. Pada prinsipnya pembelajaran daring bukan metode untuk mengubah belajar tatap muka dengan aplikasi digital, bukan membebani siswa dengan tugas yang banyak tetapi pembelajaran daring harusnya mendorong siswa/mahasiswa menjadi kreatif, mengakses sumber pengetahuan, menghasilkan karya, mengasah wawasan dan muaranya menjadi pebelajar sepanjang hayat. “Pembelajaran daring yang benar dan tepat akan memandirikan siswa/mahasiswa dan melatihkan untuk melakukan penyelesaian masalah dan dapat menjadi salah satu alternatif dalam merdeka belajar’’ jelasnya.

Kemudian di sisi lain, Raharjo juga memaparkan bahwa pembelajaran daring sering membuat siswa merasa bosan dan memengaruhi tingkat kepahaman materi, sehingga pembelajaran kurang maksimal. Pembelajaran daring terasa membosakan bagi tenaga pendidik yang kurang pengetahuan (mencari sumber ataupun metode pembelajaran yang menyenangkan), kurang pandai mengatur waktu, kurang pandai mengajarkan karakter. Meskipun daring, guru/dosen sebagai provokator dan fasilitator harus mampu membuat situasi pembelajaran yang menyenangkan dan inovatif. Raharjo juga menambahkan aspek pokok yang harus diperhatikan dalam blended learning selain teknologi yaitu pengembangan karakter dari dosen, guru, dan peserta didik. Jadi guru harus menguasai teknologi informasi. Selain mengajar, guru juga harus mampu mendidik dengan cara memberikan sentuhan humanisme yang kuat khususnya di fase pembelajaran online pada mata pelajaran.

Riza Noviana memaparkan bahwa  sudah 13 bulan selama pandemi covid-19 ini berlangsung, anak-anak dan tenaga pendidik juga sudah siap untuk memulai kembali pembelajaran tatap muka. Selama pembelajaran daring, tidak semua orang tua mampu mendampingi anaknya selama belajar. Pembelajaran daring memengaruhi kesehatan mental siswa, yakni merasa bosan di rumah, khawatir ketinggalan pelajaran dan merasa tidak aman. Dampak negatif yang dirasakan guru dan siswa yaitu tidak bisa memberikan feedback secara cepat, mengalami kecemasan yang tinggi, siswa tidak dapat mengerjakan tugas tepat waktu karena keterbatasan ekonomi, kelambanan perkembangan siswa terkait suatu materi. ‘’Permasalahan yang dialami siswa mengakibatkan kekebalan tubuh mereka menjadi lemah’’ jelas Riza, Dosen Psikologi, Universitas Negeri Surabaya.

Demikian artikel yang dapat kami sajikan mengenai Webinar Hardiknas 2021 yang diselenggarakan oleh HMJ Biologi “Nanas Merah” FMIPA UNESA. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Dokumentasi Kegiatan

Streaming Youtube

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »